AKU DAN KEHIDUPAN
Bila hidup umpama pohon reput,
Menanti dan menghitung tiap saat yang berlalu pergi,
Mengharap dan terus mengharap satu keajaiban,
Diri sedang dimamah usia tanpa disedari,
Diri ketandusan gersang tanpa makna,
Entah kenapa dan mengapa,
Hidup yang dilalui hanya menanti hadirnya penamat,
Tibanya aku dipersimpangan mati,
Tiada hala tuju dan tiada petunjuk,
Aku lemas dalam arus kemanusiaan,
Aku karam dalam ombak kehidupan,
Sedetik ku rasakan diri bertenaga,
Sedetik ku rasakan diri terus hanyut dibawa arus,
Terdampar aku didada keresahan dan kepiluan,
Tenggelam aku dalam lubuk kehampaan,
Kenapa dan mengapa……….
Dalam menanti sebuah impian,
Ku gagahi diri ini memaut pada sekalung harapan,
Ku teruskan perjuangan hidup yang tak bernokhtah,
Ku harungi ombak dalam saat-saat getir kehidupan,
Merangkak ku kembali pada cahaya impian,
Meniti perjalanan hidup yang berliku-liku,
Penuh dengan kepuraan dan kepalsuan,
Dimana dan kemana lagi…..
Kehidupan ini harus ditempuhi,
Hidup harus diperjuangkan,
Itulah aku dan kehidupan,
Berpijak pada bumi yang nyata.
Nukilan : SENJA SEPI

Tiada ulasan:
Catat Ulasan