Rabu, 25 Februari 2009
Selasa, 10 Februari 2009
Isnin, 9 Februari 2009
Kala aku meniti arus kehidupan ini,
Tersentap aku pada bayangan semalam penuh misteri,
Bayangan ngeri menguasai minda kecil,
Hati mula goyah dan jiwa begelora,
Kesepian mula mengambarkan kedukaan lalu,
Onak duri yang ku tempohi menyucuk kalbu,
Langkah-langkah sumbang menemani kegelapan diri,
Terkaku aku sejenak dalam lara,
Meratap hiba berlagukan kekesalan,
Menghitung saki baki sisa kehidupan,
Kemana arah tujuan yang harus dilalui,
Yang ada hanyalah persimpangan kebuntuan,
Antara khayalan dan cahaya impian kehidupan,
Aku lemas………………..
Aku buntu tanpa jawapan.
Adakah ini ujian ketabahan hati buat diriku,
Atau adakah ini sandiwara kehidupan yang harus ku redah,
Tiupan angin yang hadir seolah-olah mentertawakan aku,
Suara cengkerik seolah mempersendakan diri ini,
Aku pasrah bertemankan kesunyian malam,
Aku buntu dalam kegelapan,
Meraba aku mencari dahan tempat untuk berpaut,
Merangkak aku menuju sinar pengharapan,
Oh Tuhan...........,
Ya Allah............’
Bantulah hambamu yang dalam kegelapan,
Bantulah hambamu memecah kebuntuan,
Sesungguhnya engkaulah maha mengetahui,
Agar diri ini dapat kembali kelandasan dan hidayahmu,
Hidup dalam cahaya keimanan,
Hidup dalam kebenaran tanpa kepalsuan,
Hidup bermakna dan berpijak nyata dibumi mu.
Nukilan : SENJA MURNI
Rabu, 21 Januari 2009
AKU DAN KEHIDUPAN
Bila hidup umpama pohon reput,
Menanti dan menghitung tiap saat yang berlalu pergi,
Mengharap dan terus mengharap satu keajaiban,
Diri sedang dimamah usia tanpa disedari,
Diri ketandusan gersang tanpa makna,
Entah kenapa dan mengapa,
Hidup yang dilalui hanya menanti hadirnya penamat,
Tibanya aku dipersimpangan mati,
Tiada hala tuju dan tiada petunjuk,
Aku lemas dalam arus kemanusiaan,
Aku karam dalam ombak kehidupan,
Sedetik ku rasakan diri bertenaga,
Sedetik ku rasakan diri terus hanyut dibawa arus,
Terdampar aku didada keresahan dan kepiluan,
Tenggelam aku dalam lubuk kehampaan,
Kenapa dan mengapa……….
Dalam menanti sebuah impian,
Ku gagahi diri ini memaut pada sekalung harapan,
Ku teruskan perjuangan hidup yang tak bernokhtah,
Ku harungi ombak dalam saat-saat getir kehidupan,
Merangkak ku kembali pada cahaya impian,
Meniti perjalanan hidup yang berliku-liku,
Penuh dengan kepuraan dan kepalsuan,
Dimana dan kemana lagi…..
Kehidupan ini harus ditempuhi,
Hidup harus diperjuangkan,
Itulah aku dan kehidupan,
Berpijak pada bumi yang nyata.
Nukilan : SENJA SEPI
BUMI
Dalam kita menghitung hari-hari yang mendatang,
Dalam kita leka dengan kemewahan duniawi,
Tanpa kita menoleh dan pandang kebelakang,
Tanpa kita sedari dan tanpa kita ketahui,
Ada insan menangis sendiri dalam sendu dan hiba,
Meratapi gugurnya insan tersayang dan dikasihi,
Bumi Gaza...........................
Seindah nama yang diberi,
Bumi Gaza dipenuhi darah insan yang ditindas,
Dikejami tanpa belas ihsan,
Terdengar suara rintihan ibu,bapa dan anak,
Mencari dalam ratapan syahdu wajah yang disayangi,
Meraba dalam ketandusan air mata,
Mengharapkan impian kosong jadi kenyataan,
Pohon Bumi Gaza ini satu kedamaian,
Pohon keamanan agar hidup bermakna..
Dalam kita asyik membicarakan keamanan,
Dalam kita asyik mencari kedamaian,
Bumi Gaza..................
Bermandikan darah insan-insan tersayang,
Berenang dalam airmata seluas lautan,
Hanya menanti saat hadirnya sebuah keamanan,
Tiada lagi darah yang mengalir,
Tiada lagi tangisan dan ratapan,
Harapan dan doa diiringkan bersama hati suci,
Memohon dan meminta,
Agar bumi
Keamanan, keamanan dan terus aman,
Bumi Gaza………
Allahuakhbar…………..
Allahuakhbar......................
Allahuakhbar......................
Nukilan : SENJA SEPI
